Search

Sekaleng Ilmu

ليس لسلطان العلم زوال – Para penguasa ilmu tidak akan pernah sirna

حق الزوجة

Allah azza wa jalla  berfirman:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلاَّ مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْراً .

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (QS. Ath Thalaq: 7).

Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar Asy Syanqithi mengatakan bahwa wajibnya nafkah, yaitu dalam kalimat  لِيُنفِقْ. Sehingga memberi nafkah pada istri hukumnya wajib.

Definisi mudahnya dari Nafkah itu sendiri

النفقة لغة: مأخوذة من الإنفاق، وهو في الأصل بمعنى الإخراج والنفاد، ولا يستعمل الإنفاق إلا في الخير

An Nafaqah secara bahasa asalnya dari kata al infaq yang bermakna >>
Pengeluaran, dan tidaklah kata “al infaq” ini digunakan kecuali dalam hal yang baik.

Dari berbagai macam literatur fiqih berputar pada pokok-pokok dibawah ini:

  • Ath Tha’am (makanan pokok)
  • Al ‘Udm dan atau semisalnya (makanan yang menemani makanan pokok; lauk-pauk)
  • Al Khadim (pembantu)*
  • Al Kiswah (pakaian)
  • Alaatut tanazhuf (alat-alat kebersihan)
  • Al Iskan (tempat tinggal)

Kalo mau diperinci dari pembahasan fiqih lainnya nafkah anak dan istri meliputi:

  1. Sandang
  2. Papan
  3. Pangan

Dan semuanya berbasis pada kebutuhan primer dengan standar “LAYAK”*, dan layak disini depend on pada adat/istiadat (‘urf), tempat, zaman, dan seterusnya.

Lalu hak-hak istri yang lain yang bisa diperinci semisal “Pergaulan yang baik” dari suami nya terhadap seorang istri, yaitu:

  1. Lemah lembut terhadap istri
  2. Mengalah ketika istri sedang emosi
  3. Senantiasa menunjukkan hati yang gembira dihadapan istri
  4. Bersabar dengan hal-hal yang tidak menyenangkan pada istri
  5. Berupaya berwajah ceria terhadap istri
  6. Berupaya meredakan amarah istri

Intinya seluruh pembahasan hak-hak dan kewajiban antara pasangan suami-istri itu seolah-olah seperti saling tukar menukar tempat saja, dimana apa yang menjadi hak istri maka itulah yang menjadi kewajiban suami dan juga sebaliknya apa yang menjadi hak suami maka itulah yang menjadi kewajiban seorang istri terhadap suaminya.

Pun menjadi kewajiban seorang suami yang automatically langsung menjadi hak-hak seorang istri adalah:

  1. Hak istri dibantu pekerjaan rumahnya: suami membantu pekerjaan rumah sebagaimana dibanyak hadits bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam membantu istrinya, mungkin saat ini bisa dilakukan dengan mencuci piring, menyapu, memasak, dan seterusnya.
  2. Biaya pengobatan jika istri sakit: suami senantiasa siap siaga mengantar ke rumah sakit/dokter, biaya pengobatan istri yang sedang berlangsung, dst.
  3. Istri berhak untuk mendapat pendidikan dan pengajaran hukum-hukum Agama: Maksud dari pendidikan disini adalah lebih bersifat pada “teori” semisal shalat, fiqh, masalah haid dan semisalnya. Jadi seolah-olah seorang suami harus menjadi mufti (pemberi fatwa) bagi istrinya kelak, suami harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental terkait agama dari istrinya. Sedangkan maksud pengajaran pada point ini adalah lebih bersifat pada “kontrol” dan “evaluasi”, menanamkan karakter, komitmen, prinsip-prinsip kehidupan, visi misi hidup suami untuk keluarga yang sedang mereka bangun.

Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

Source:
1. http://shankeety.net/Alfajr01Beta/index.php?module=Publisher&section=Topics&action=ViewTopic&topicId=346
2. Al Fiqhul Muyassar
3. dan lain-lain

Bandung, 10/2/2016
Sebelum sarapan pagi dan kembali beraktifitas~

Keteladanan yang Menghasilkan Hal Menawan

Cikal bakal istri shalehah adalah anak dari seorang wanita yang menghargai, menghormati, memuliakan dan mentaati suaminya. Sehingga terekam dalam diri sang anak keteladanan sang ibu sebagai istri yang menawan.

Karena itu ketika seorang istri mempersembahkan ketaatan berkualitas kepada suaminya sebagai bentuk ketaatannya kepada Rabbnya, ia secara tidak langsung telah mendidik anak wanitanya untuk menjadi istri shalehah kelak di kemudian hari.

Akhi. . .

Jika engkau kini sedang beranjak pada jenjang yang lebih serius mencari pasangan, maka selamilah lebih jauh pencarianmu.

Pilihlah wanita berakhlak anggun yang memuliakan para lelaki di sekelilingnya. Ia memuliakan ayah, paman dan saudara laki-lakinya. Jika mereka ini dimuliakan maka tentulah engkau sebagai suaminya akan lebih dimuliakan.

Cikal bakal suami yang shaleh adalah anak dari seorang suami yang menghargai, menghormati, dan memuliakan istrinya. Sehingga terekam dalam diri sang anak keteladanan sang ayah sebagai suami berakhlak.

Karena itu ketika seorang ayah mempersembahkan pemuliaan berkualitas kepada istrinya sebagai bentuk ketaatannya kepada Rabbnya, ia secara tidak langsung telah mendidik anak lelakinya untuk menjadi suami shaleh kelak di kemudian hari.

Ukhti. . .

Jika engkau kini sedang beranjak pada jenjang yang lebih serius mencari pasangan, maka selami dan berpikirlah dengan baik.

Pilihlah lelaki berakhlak yang memuliakan para wanita di sekelilingnya. Ia memuliakan ibu, bibi dan saudari-saudari perempuannya. Jika wanita-wanita itu dimuliakan maka tentulah engkau sebagai istrinya akan lebih dimuliakan.

#copas
oleh Fahry Abu Syazwiena

Menjadi Ayah (Tentang Motivasi Menikah)

Menikah adalah ibadah yang mulia. Jangan engkau mulai ibadah itu dengan perkara yang diharamkan oleh Alloh ta’ala

Ahmad Muhaimin Alfarisy

danbo8Suatu ketika, Alloh memberikan kesempatan pada saya untuk terlibat dalam sebuah diskusi yang menarik. Sebuah diskusi yang entah kapan bisa terulang kembali, atau mungkin tidak selamanya. Diskusi menjadi menarik ketika yang dibicarakan menuju ke arah masalah-masalah yang terkait dengan pernikahan. Sebuah hal yang sangat wajar untuk dibahas oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir seperti kami berdua pagi itu.

Tema pernikahan selalu menjadi pemabahasan yang sangat menarik, mengingat “galau” adalah sebuah keniscayaan, yang pasti terjadi pada seseorang yang dalam hal ini konteksnya adalah tentang pendamping hidup. Hehe. Namun, periode galau seseorang bisa berbeda-beda. Ada yang bertahun-tahun atau dengan durasi yang sangat lama, ada juga yang hanya berdurasi harian saja.

Pembicaraan yang kami lakukan pada awalnya hanyalah terkait skripsi, bagaimana proses pembuatan surat-surat izin dan persyaratan yang dibutuhkan. Akan tetapi, mungkin karena tema yang dibahas terlalu sedikit sementara waktu ketika itu sangat senggang, maka tema pembicaraan akhirnya melebar dan menyerempet tema-tema yang…

View original post 610 more words

Hari Esok Tidak Ada Seorang Pun yang Mengetahui

Bismillah,
Sudah lama tidak menulis dan alhamdulillah diberikan waktu kembali oleh Allah azza wa jalla.  Hari ini tepat H-1 sebelum perkuliahan semester 8 dimulai. Semoga insyaaAllah ini adalah semester terakhir di jenjang S1 yang sedang dilalui. Entah apa yang akan terjadi kemudian, namun yang jelas semua itu harus dihadapi dengan semangat dan serius. Cuma di kampus ini atau mungkin di jurusan saya, hari pertama kuliah (Senin) sudah ada PR dan masuk jam 7 pagi. #semangat

Akan selalu ada rasa khawatir tentang hari esok dan masa depan yang selalu dihembuskan oleh syaithan -musuh Allah- padahal manusia diperintahkan untuk berusaha dan bertawakal kepada Allah azza wa jalla. Dengan itu pun kita membuat rencana-rencana harian, bulanan, tahunan, atau bahkan beberapa tahun kedepan. Itu baik dan tentu sangat diperlukan untuk dijadikan sebagai parameter-parameter capaian hidup. Satu per satu mungkin terjadi menjadi kenyataan alhamdulillah,  namun tak jarang Allah takdirkan lain dan bahkan lebih banyak yang meleset kepada realitas yang lain. Tak jarang kita kecewa namun beberapa saat kemudian hati kembali terhibur, sebab tidaklah Allah mengganti sesuatu melainkan dengan sesuatu yang lebih baik darinya.

عَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [Surat Al-Baqarah (2) ayat 216]

Oleh karenanya jika Allah membuat meleset satu rencana yang telah direncakan oleh kita pada rencana yang lain (yang selalu diawal kita sedih atau kecewa, namun seiring berjalannya waktu ada hikmah di balik itu semua) maka yakinlah Allah azza wa jalla maha mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya.

Sehebat dan sedetail apapun manusia merencanakan suatu rencana untuk dirinya. Pada hakikatnya seorang hamba tidak mengetahui sedikit pun. Ingat sedikit pun tentang apa yang akan terjadi bulan depan, manusia tidak akan pernah tahu. Jangankan bulan depan , manusia pun tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi minggu depan terhadap dirinya. Jangankan minggu depan pun manusia tidak akan mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi pada harinya ESOK!

Semua hal yang ghaib adalah ilmu Allah azza wa jalla yang tidak akan kita ketahui setelah hal tersebut terjadi. Allah azza wa jalla berfirman

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [Surat Luqman (31) ayat 34]

Disebutkan bahwa maksud dari (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok) apakah kebaikan ataukah keburukan, tetapi Allah azza wa jalla mengetahuinya (Tafsir Al-Jalalayn surat Luqman ayat 34 versi online)

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalama bersabda:

مفاتيح الغيب خمس: إن الله عنده علم الساعة, وينزل الغيث ويعلم ما في الأرحام, وما تدري نفس ماذا تكسب غدا وما تدري نفس بأي أرض تموت إن الله عليم خبير

“Kunci yang ghaib itu ada lima perkara: “Sesungguhnya hanya pada Allah sajalah pengetahuan tentang hari kiamat. Dialah yang menurunkan hujan, Dia mengetahui apa yang dalam rahim, seseorang tidak mengetahui apa yang akan dikerjakannya esok harinya, dan ia juga tidak mengetahui di bumi mana ia akan meninggal dunia. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”

Manusia boleh berencana tapi Allah azza wa jalla jualah yang menentukan. So, tetap semangat, berdoa, berusaha dan bertawakal terus kepada Allah azza wa jalla tentang apa yang akan kita hadapi di depan.

Semangat! semester terakhir insyaaAllah dan terus bersabar selagi menikmati tiap detik-detik kesabaran yang indah ini.

 إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. [Surat Az-Zumar (39) ayat 10]

Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

Deni Setiawan
Depok, 17/1/2016 atau bertepatan dengan 7 Rabiul Akhir 1437 H
Selesai beberapa saat sebelum adzan Shubuh pagi ini.

Prasangka, Tajassus, dan Ghibah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

[Surat Al-Hujurat (49) ayat 12]

Dalam surat tersebut Allah azza wa jalla mengisyaratkan kepada kita tentang alur atau step by step yang pada akhirnya seseorang dapat terjerumus dalam dosa ghibah.

Oleh karena itu jika melihat orang lain melakukan sesuatu, siapa pun itu bisa kerabat, shahabat, guru atau yang lainnya. Hukumi mereka secara dzahir dan jauhi prasangka-prasangka buruk yang ada dalam hati kita terhadap orang tersebut.

Jika kita tidak mampu untuk ber-husnudzan terhadap orang lain namun sebaliknya hati kita malah cenderung kotor dan bawaannya selalu saja berburuk sangka pada orang lain, maka jangan sampai kita melakukan tajassus mencari-cari kesalahan orang tersebut untuk membenarkan/membuktikan bahwa prasangkaan buruk kita terhadapnya itu benar.

Lagi-lagi jika kita tidak mampu untuk tidak ber-tajassus  terhadap orang lain, mungkin karena rasa ingin tahu atau bisikan syaithan yang menggiring terhadap perbuatan maksiat begitu besar, maka ketika didapati bahwa terdapat kesalahan/aib pada orang tersebut jangan sampai kita menggunjing ia dan menyebarkan aib dan dosanya ke khalayak umum. Jika demikian anda sudah masuk dalam dosa GHIBAH.

Jadi simple nya dengan menutup pintu di AWAL, menutup pintu-pintu prasangka buruk terhadap orang lain, insyaaAllah kita akan selamat. Jika masih belum bisa selamat juga, maka usahakan tutup pintu kedua serapat-rapatnya dari mencari-cari kesalahan orang lain, juga insyaaAllah semoga Allah azza wa jalla akan menjauhkan kita dari dosa Ghibah.

Bukankah lebih tenang jika kita tidak mengetahui keburukan orang lain?
Bukankah justru aib kita yang lebih banyak sedangkan Allah azza wa jalla telah menutupinya dari dulu hingga bertahun-tahun lamanya mungkin hingga saat ini?
Alangkah indahnya bukan jika kita lebih baik saling mendoakan untuk kebaikan sesama muslim di dunia dan juga di akhirat?

Washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

Deni Setiawan
Bandung, 3/1/2016 atau bertepatan dengan 22 Rabiul awal 1437 H
Sebelum Sarapan Pagi 07.30

Lower Your Gaze and Don’t Leave it vulnerable for Satan to Take Over

Agar Dia Tetap Cantik Dimatamu

~untuk kita renungkan~

Seorang pria mengatakan:

ﺣﻴﻦ ﺃﻋﺠﺒﺖ ﺑﺰﻭجتى .. ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﻧﻈﺮﻱ
ﻛﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﺨﻠﻖ ﻣﺜﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ

Dulu, saat aku mengagumi istriku, dalam pandanganku
seakan-akan Allah tidak menciptakan wanita sepertinya di dunia ini.

ﻭﻟﻤﺎ ﺧﻄﺒﺘﻬﺎ .. ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﻳﻦ ﻣﺜﻠﻬﺎ

Saat aku meminangnya, ternyata aku melihat banyak wanita yang sepertinya.

ﻭﻟﻤﺎ ﺗﺰﻭﺟﺘﻬﺎ .. ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﻳﻦ ﺃﺟﻤﻞ ﻣﻨﻬﺎ

Saat aku menikahinya, ternyata aku melihat banyak wanita yang lebih cantik darinya.

ﻓﻠﻤﺎ ﻣﻀﺖ ﺑﻀﻌﺔ ﺃﻋﻮﺍﻡ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺍﺟﻨﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻥ ﻛﻞُّ ﺍﻟﻨَﺴَﺎﺀِ ﺃﺣْﻠَﻰ ﻣِﻦْ ﺯَﻭﺟَﺘِﻲ !

Setelah berlalu beberapa tahun dari pernikahan kita, ternyata aku melihat semua wanita
jauh lebih menawan dari istriku.

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﺃﻓﺄﺧﺒﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﺩﻫﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﻣﺮّ ؟ !

Seorang Syeikh lantas bertanya, “Maukah kau aku beritahu tentang kenyataan yang lebih lebih dahsyat dan lebih pahit dari itu..?
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ : ﺑﻠﻰ

Laki-laki itu menjawab, “Tentu saja mau”

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻭﻟﻮ ﺃﻧﻚ ﺗﺰﻭﺟﺖ ﻛﻞ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ..
ﻟﺮﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﻼﺏ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﻓﻲ ﺷﻮﺍﺭﻉ ﺍﻟﻤﻨﺎﻃﻖ ﺍﻟﺸﻌﺒﻴﺔ
ﺃﺟﻤﻞ ﻣﻦ ﻛﻞّ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ !!

Sang Syeikh kemudian menimpali, “Sekiranya kamu menikah dengan
semua wanita yang ada di dunia ini,
maka kamu akan melihat anjing anjing (betina)
yang tersesat di jalan jauh lebih cantik dari semua wanita yang ada di dunia”

ﺍﺑﺘﺴﻢ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﺑﺘﺴﺎﻣﺔ ﺧﻔﻴﻔﺔ ﻭﻗﺎﻝ : ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺗﻘﻮﻝ ﺫﻟﻚ ؟

Laki-laki tadi tersenyum ringan lalu bertanya, “Kenapa anda berkata seperti itu ?”.
ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ :
ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﻟﻴﺴﺖ ﻓﻲ ﺯﻭﺟﺘﻚ، ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﺃﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ
ﺇﺫﺍ ﺃﻭﺗﻲ ﻗﻠﺒﺎً ﻃﻤّﺎﻋﺎً، ﻭﺑﺼﺮﺍً ﺯﺍﺋﻐﺎً،
ﻭﺧﻼ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ
ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﻤﻸ ﻋﻴﻨﻪ ﺇﻻ ﺗﺮﺍﺏ ﻣﻘﺒﺮﺗﻪ .. ﻣﺸﻜﻠﺘﻚ ﺃﻧﻚ ﻻ ﺗﻐﺾّ ﺑﺼﺮﻙ ﻋﻤﺎ ﺣﺮّﻡ ﺍﻟﻠﻪ

ﺃﺗﺮﻳﺪ ﺷﻴﺌﺎً ﺗﺮﺟﻊ ﺑﻪ ﺍﻣﺮﺃﺗﻚ ﺇﻟﻰ ﺳﺎﻟﻒ ﻋﻬﺪﻫﺎ ( ﺃﺟﻤﻞﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ) ؟

Syeikh menjawab, “Masaalahnya bukan pada istrimu, masalahnya bila manusia memiliki hati yang rakus dan mata yang jelalatan, serta tak lagi punya rasa malu kepada Allah, maka tidak ada yang dapat menutupi matanya kecuali tanah kuburannya.
Permasaalahanmu, kamu tidak bisa menundukkan pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan Allah.

Apakah kamu ingin sesuatu yang akan membuat istrimu selalu terlihat seperti dulu (wanita yang paling cantik di dunia ) ?

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ : ﻧﻌﻢ

Laki-laki itu menjawab, “Ya”.

ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﺍﻏﻀﺾ ﺑﺼﺮﻙ

Syeikh mengatakan, “Tundukkan pandanganmu”

Catatan:

Allah azza wa jalla berfirman:
“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan.”
(An-Nur 24:30)

Saya kira, ayat diatas bisa difahami bersama, sehingga tidak perlu ditafsirkan lagi. Di dalamnya Allah mewajibkan bagi laki-laki dan perempuan untuk menundukkan pandangan serta menyebutkan hikmah dari kewajiban tersebut, berupa terjaganya kesucian dan kehormatan diri.

Dahulu, jauh sebelum datangnya islam, masyarakat jahiliyah telah mengetahui bahwa menjaga pandangan adalah bagian dari akhlak terpuji. Antarah bin Syaddad, seorang penyair kawakan pada masa jahiliyah mengatakan, “

وَأَغُضُّ طَرْفِي مَا بَادَتْ لِي جَارَتِي # حَتَّى يُوَارِيَ جَارَتِي مَأْوَاهَا

“Dan akupun terus menundukkan pandanganku, saat istri tetanggaku nampak, begitulah hingga ia masuk ke dalam rumahnya”

Prof. DR. Abdurrazzaq Al-Badr memberi komentar bahwa, ”inilah salah satu diantara akhlak mulia yang dipraktekkan oleh masyarakat pada zaman jahiliyah, namun sangat memprihatinkan justru di zaman sekarang (sebagian) kaum muslimin malah meninggalkannya.”

Ingat..!

العَيْنَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا النَّظْرُ

“Dua mata itu berzina, dan zina keduanya adalah dengan pandangan” (HR. Muslim)

Bagaimana bila tak sengaja memandang..?

Ingat kembali pesan Rasulullah kepada sahabat Ali bin Abi Thalib -radhiallahu anhu-:

يَا عَلِيّ ُ..! لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ

“Wahai Ali.. jangan kau ikutkan pandangan pertama (tanpa sengaja) dengan pandangan selanjutnya, karena bagimu pandangan yang pertama dan tidak halal bagimu pandangan yang terakhir”

(HR. Tirmidzi)

Wallahu a’lam

______________
Madinah 20-02-1437 H
ACT El-Gharantaly

Agar Dia Tetap Cantik Dimatamu1

Agar Dia Tetap Cantik Dimatamu2#sebuah catatan yang menarik, yang cukup kena banget dihati, semoga Allah azza wa jalla membantu hamba-hamba Nya untuk menundukkan pandangan, menghilangkan rasa kegelisahan, keraguan dan was was syaithan dari hati ini.

Konsisten Itu Penting, Tidak Peduli Sedikitnya Jumlah, Terus Belajar

Belajar dari keberjalanan Udrussunnah Akhawat dari semester ke semester selanjutnya, dari tahun ke tahun berikutnya.

Sebagian ulama salaf mengatakan,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”

Seorang PEREMPUAN yang sangat CERDAS pernah meriwayatkan suatu hadits Nabi yang mulia. Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.(HR. Muslim no. 783)

Berawal ditahun 2013 dan sekarang sudah memasuki tahun 2016 (sudah tahun ketiga) Mahad Udrussunnah Bandung untuk akhwat sudah berjalan.

Sudah banyak kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Berjalan dengan keterbatasan jumlah SDM, dengan jumlah pengurus dan peserta yang mungkin jari tangan sudah terlampau lebih cukup untuk menghitung jumlah mereka, namun itu bukan jadi halangan dan pemutus semangat.

Mereka terus konsisten untuk terus belajar, ngaji kitab, selesai satu pindah ke judul yang lain begitu seterusnya dari semester ke semester selanjutnya dari tahun ketahun selanjutnya atau sesuai kesepakatan dengan Ustadz yang membina mereka yang berdedikasi tinggi.

Ada hal yang menarik dari hal ini, sungguh ke istiqomahan itu penting, konsisten itu penting, terus belajar dan terus belajar. Barangkali dengan hal tersebut Allah karuniakan pengajar yang MasyaaAllah -menurut saya- memang tidak ada 2 nya lagi untuk mereka (Peserta Mahad Udrussunnah Akhwat)

Pertama, Ustadz Abu Umar Indra Hafidzahullahu (Pembina Udrussunnah Bandung) tak beberapa lama kemudian di ganti oleh Ustadz Yahya Abdul Aziz-hafidzohullah dan terus hingga saat ini dan semoga di semester depan juga (karena beliau paling lama membina, membimbing, dan bedidikasi untuk Udrussunnah Akhwat)

Dua ustadz tersebut masing-masing punya komentar dan cerita unik masing-masing tatkala mengajar mereka (Udrussunnah Akhwat). Sebuah cerita yang cukup menarik untuk dibagikan adalah sebuah perlakuan dari kedua ustadz tersebut terhadap mereka (Udrussunnah Akhwat) dalam mengajar.

Beliau (2 ustadz tersebut) pernah melakukan pengajaran by phone di suatu kesempatan yang berbeda demi TETAP terlaksana nya dars di hari dan waktu yang sudah ditentukan. Ustadz Abu Umar pernah bercerita langsung ke saya, beliau pernah mengajar by phone (karena ada suatu halangan yg benar-benar gak bisa ditinggalkan) karena dars BAGAIMANAPUN juga harus tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Lalu, Ustadz Yahya Abdul Aziz-hafidzohullah juga pernah melakukan hal yang sama ternyata. berdasarkan cerita dari salah seorang teman. Suatu ketika Bandung sedang MACET Se-MACET nya you know lah Bandung~~. jadilah Ustadz Yahya terjebak macet dan pastinya telat ke masjid dimana seperti biasa peserta Mahad Udrussunah Akhwat sudah menunggu untuk belajar. Akhirnya beliau rehat dan menghentikan motornya di pinggir jalan, lalu beliau memulai dars nya by phone untuk akhwat yang ada di masjid. melakukan hal yang mirip-mirip yang dilakukan oleh Ust. Abu Umar sebelumnya.

Kalo dipikir-pikir, mungkin keputusan untuk Mahad LIBUR dihari itu sangat bisa sekali dan CUKUP BERALASAN (udzur). tapi ustadz berpikir dars tidak boleh libur, akhwat harus terus belajar. karena 1 kali saja amalan kita terputus (libur, males ngaji, dst) maka dipertemuan selanjutnya kita akan kehilangan momentum, Ya, Momentum amal shaleh, momentum kebaikan yang momentum itu hanya kita dapatkan ketika kita terus konsisten dalam melakukan kebaikan.

Nah, begitulah semoga Allah membalas kesungguhan kita dalam menuntut ilmu dengan balasan kesungguhan para pengajar (Da’i) dalam membina umat dan membina kita semua. Allah berikan mereka (Udrussunnah Akhwat) pengajar yang sampai sebegitunya (atau ada banyak pengorbanan lain sebenernya yang tidak kita diketahui) dengan sebab -mungkin- juga karena kesungguhan mereka (Udrussunnah Akhwat) dalam belajar.

Catatan mereka juga sudah mulai rapih dan semoga seterusnya bisa lebih rapih lagi. dapat di akses di http://mahad.udrussunnah.or.id/

1. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-fiqih-mahad-udrus…/
2. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-mahad-aqidah-17-o…/
3. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-fiqh-17-oktober-2…/
4. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-mahad-aqidah-sabt…/
5. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-aqidah-mahad-sabt…/
6. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-fiqh-mahad-sabtu-…/
7. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-aqidah-19-desembe…/
8. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-fiqh-12-desember-…/
9. dst……..

mahad udrussunnah3

mahad udrussunnah2

mahad udrussunnah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ
“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim)

http://www.mahad.udrussunnah.or.id
http://www.nasihat.or.id
http://www.mahadmuhandis.com/

‪#‎mahad‬ ‪#‎muhandis‬ ‪#‎akhwat‬ ‪#‎udrussunnah‬ ‪#‎istiqomah‬ ‪#‎konsisten‬

Cita-Cita atau Rencana

Terkadang cita-cita itu harus selalu di ucapkan, di tukar pikirkan dengan orang lain agar terus membekas di otak dan menghasilkan motivasi yang kuat dari diri sendiri. (Mungkin secara mental akan terbebani jiwa kita, masa sih saat kita sering cerita atau membuat statement cita-cita/rencana ke orang lain tapi kok kita sendiri tidak serius untuk menggapainya, kan aneh)

Se-simple pertanyaan-pertanyaan yang sering sekali aku bertanya kepada orang-orang, teman, alumni dll. Pertanyaan singkat namun terkadang orang yang ditanya sulit berfikir dan tidak punya gambaran apapun.

“Apa yang akan kamu lakukan 5 dan 10 tahun yang akan datang? Sedang apa dan jadi apa kamu di waktu tersebut?”

Saya punya 2 role model orang yang punya jiwa visioner tinggi dan sangat militan banget dalam pergerakan-pergerakannya, yaitu Ustadz Abu Umar Indra (Pembina Udrussunnah dan Ketua Yayasan Yayasan Ihya’u Al-Sunnah Bandung) dan Ustadz Abu Shalih Fauzan, ST, Lc, MA (Pondok Pesantren Madinatul Quran Jongol) saat berbincang mereka menasihati saya:

Mereka berkata:

“Jika kamu punya cita-cita besar, tapi kamu gak mau berkorban, ahsan pulang dan tidur saja lalu bangun, BANGUN dari MIMPI tersebut”

#Jleb

ask fm 12 bulan yg lalu

25 Ribunya Tidak Sama Dengan 25 Ribuku

Kemarin siang, Alhamdulillah diberi kesempatan waktu luang untuk survey mencari tanah-tanah di pelosok desa untuk rencana penanaman tanaman di tahun ini, semoga diberi kelancaran InsyaaAllah.

Melihat kesederhanaan para petani sungguh menyelekitkan hati. Mereka bisa hidup dengan rasa syukur yang tinggi, tanpa beban dan penuh senyum ringan dalam wajah-wajah mereka.

Saat melewati para ibu-ibu petani mereka menebarkan kesenyuman keramahan dan nampak di wajahnya rasa ceria akan apa yang mereka kerjakan (Terlihat Ikhlash banget, tapi Wallahualam)

Mungkin orang-orang di kota, atau para pegawai/pekerja di kantoran sulit untuk bekerja dengan enjoyable banget.

Saya: Kalo saya harus bayar mereka per hari berapa biasanya pak?
Guide: disini 25rb/hari masih dapet untuk ibu-ibu nya, kalo bapak-bapak 35rb/hari + dikasih makan 1 kali.
Saya: (seneng karena muraahhh banget cost nya~~~), tapi disatu sisi kok bisa ya mereka hidup dengan penghasilan segitu? dan mau di gaji perhari sebesar itu?

Jpeg
Spot #3

Bahagia itu benar-benar ada di hati yang Allah karuniakan pada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Semakin tinggi rasa Qona’ah kita, maka itu hakikat nya diri ini semakin merasa kaya.

Tak terbayangkan buat saya, 25rb itu kadang kala hanya cost untuk 1 kali makan saya di kampus, kadang kala 25rb juga bisa 2 kali atau 3 kali makan/hari. Belum untuk beli minum atau belum juga kalo lagi gatel suka beli snack2 untuk ngemil.

Kalo para petani, dengan uang segitu dia harus makan untuk dirinya, keluarga, memenuhi kebutuhan pribadi, pakaian, tempat tinggal, dst? Bisa? Ya, bisa buktinya mereka masih saja hidup kok. Alhamdulillah

Masing-masing dari manusia sudah jelas dan tertulis rezeki-Nya dan tidaklah manusia akan di wafatkan kecuali seluruh rezeki nya (ingat, seluruh rezeki nya) sudah Allah selesaikan untuk nya di dunia.

Jpeg
Spot #2

Jika kekayaan adalah rahasia kebahagian, maka benarlah orang-orang kaya akan senantiasa menari-nari atas kebahagiannya tersebut. Tapi siapa yang bisa melakukan hal tersebut dengan tulusnya? Ya, bukan orang-orang kaya namun Anak-anak miskin lah yang bisa melakukan itu dengan riang gembira.

Deni Setiawan
Bandung, 1/1/16

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Baskerville Theme.

Up ↑

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.