Belajar dari keberjalanan Udrussunnah Akhawat dari semester ke semester selanjutnya, dari tahun ke tahun berikutnya.

Sebagian ulama salaf mengatakan,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”

Seorang PEREMPUAN yang sangat CERDAS pernah meriwayatkan suatu hadits Nabi yang mulia. Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.(HR. Muslim no. 783)

Berawal ditahun 2013 dan sekarang sudah memasuki tahun 2016 (sudah tahun ketiga) Mahad Udrussunnah Bandung untuk akhwat sudah berjalan.

Sudah banyak kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Berjalan dengan keterbatasan jumlah SDM, dengan jumlah pengurus dan peserta yang mungkin jari tangan sudah terlampau lebih cukup untuk menghitung jumlah mereka, namun itu bukan jadi halangan dan pemutus semangat.

Mereka terus konsisten untuk terus belajar, ngaji kitab, selesai satu pindah ke judul yang lain begitu seterusnya dari semester ke semester selanjutnya dari tahun ketahun selanjutnya atau sesuai kesepakatan dengan Ustadz yang membina mereka yang berdedikasi tinggi.

Ada hal yang menarik dari hal ini, sungguh ke istiqomahan itu penting, konsisten itu penting, terus belajar dan terus belajar. Barangkali dengan hal tersebut Allah karuniakan pengajar yang MasyaaAllah -menurut saya- memang tidak ada 2 nya lagi untuk mereka (Peserta Mahad Udrussunnah Akhwat)

Pertama, Ustadz Abu Umar Indra Hafidzahullahu (Pembina Udrussunnah Bandung) tak beberapa lama kemudian di ganti oleh Ustadz Yahya Abdul Aziz-hafidzohullah dan terus hingga saat ini dan semoga di semester depan juga (karena beliau paling lama membina, membimbing, dan bedidikasi untuk Udrussunnah Akhwat)

Dua ustadz tersebut masing-masing punya komentar dan cerita unik masing-masing tatkala mengajar mereka (Udrussunnah Akhwat). Sebuah cerita yang cukup menarik untuk dibagikan adalah sebuah perlakuan dari kedua ustadz tersebut terhadap mereka (Udrussunnah Akhwat) dalam mengajar.

Beliau (2 ustadz tersebut) pernah melakukan pengajaran by phone di suatu kesempatan yang berbeda demi TETAP terlaksana nya dars di hari dan waktu yang sudah ditentukan. Ustadz Abu Umar pernah bercerita langsung ke saya, beliau pernah mengajar by phone (karena ada suatu halangan yg benar-benar gak bisa ditinggalkan) karena dars BAGAIMANAPUN juga harus tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Lalu, Ustadz Yahya Abdul Aziz-hafidzohullah juga pernah melakukan hal yang sama ternyata. berdasarkan cerita dari salah seorang teman. Suatu ketika Bandung sedang MACET Se-MACET nya you know lah Bandung~~. jadilah Ustadz Yahya terjebak macet dan pastinya telat ke masjid dimana seperti biasa peserta Mahad Udrussunah Akhwat sudah menunggu untuk belajar. Akhirnya beliau rehat dan menghentikan motornya di pinggir jalan, lalu beliau memulai dars nya by phone untuk akhwat yang ada di masjid. melakukan hal yang mirip-mirip yang dilakukan oleh Ust. Abu Umar sebelumnya.

Kalo dipikir-pikir, mungkin keputusan untuk Mahad LIBUR dihari itu sangat bisa sekali dan CUKUP BERALASAN (udzur). tapi ustadz berpikir dars tidak boleh libur, akhwat harus terus belajar. karena 1 kali saja amalan kita terputus (libur, males ngaji, dst) maka dipertemuan selanjutnya kita akan kehilangan momentum, Ya, Momentum amal shaleh, momentum kebaikan yang momentum itu hanya kita dapatkan ketika kita terus konsisten dalam melakukan kebaikan.

Nah, begitulah semoga Allah membalas kesungguhan kita dalam menuntut ilmu dengan balasan kesungguhan para pengajar (Da’i) dalam membina umat dan membina kita semua. Allah berikan mereka (Udrussunnah Akhwat) pengajar yang sampai sebegitunya (atau ada banyak pengorbanan lain sebenernya yang tidak kita diketahui) dengan sebab -mungkin- juga karena kesungguhan mereka (Udrussunnah Akhwat) dalam belajar.

Catatan mereka juga sudah mulai rapih dan semoga seterusnya bisa lebih rapih lagi. dapat di akses di http://mahad.udrussunnah.or.id/

1. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-fiqih-mahad-udrus…/
2. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-mahad-aqidah-17-o…/
3. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-fiqh-17-oktober-2…/
4. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-mahad-aqidah-sabt…/
5. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-aqidah-mahad-sabt…/
6. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-fiqh-mahad-sabtu-…/
7. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-aqidah-19-desembe…/
8. http://mahad.udrussunnah.or.id/…/catatan-fiqh-12-desember-…/
9. dst……..

mahad udrussunnah3

mahad udrussunnah2

mahad udrussunnah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ
“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim)

http://www.mahad.udrussunnah.or.id
http://www.nasihat.or.id
http://www.mahadmuhandis.com/

‪#‎mahad‬ ‪#‎muhandis‬ ‪#‎akhwat‬ ‪#‎udrussunnah‬ ‪#‎istiqomah‬ ‪#‎konsisten‬