Terkadang cita-cita itu harus selalu di ucapkan, di tukar pikirkan dengan orang lain agar terus membekas di otak dan menghasilkan motivasi yang kuat dari diri sendiri. (Mungkin secara mental akan terbebani jiwa kita, masa sih saat kita sering cerita atau membuat statement cita-cita/rencana ke orang lain tapi kok kita sendiri tidak serius untuk menggapainya, kan aneh)

Se-simple pertanyaan-pertanyaan yang sering sekali aku bertanya kepada orang-orang, teman, alumni dll. Pertanyaan singkat namun terkadang orang yang ditanya sulit berfikir dan tidak punya gambaran apapun.

“Apa yang akan kamu lakukan 5 dan 10 tahun yang akan datang? Sedang apa dan jadi apa kamu di waktu tersebut?”

Saya punya 2 role model orang yang punya jiwa visioner tinggi dan sangat militan banget dalam pergerakan-pergerakannya, yaitu Ustadz Abu Umar Indra (Pembina Udrussunnah dan Ketua Yayasan Yayasan Ihya’u Al-Sunnah Bandung) dan Ustadz Abu Shalih Fauzan, ST, Lc, MA (Pondok Pesantren Madinatul Quran Jongol) saat berbincang mereka menasihati saya:

Mereka berkata:

“Jika kamu punya cita-cita besar, tapi kamu gak mau berkorban, ahsan pulang dan tidur saja lalu bangun, BANGUN dari MIMPI tersebut”

#Jleb

ask fm 12 bulan yg lalu