Tidakkah kamu khawatir bahwa bisa jadi kita tidak termasuk kedalam golongan penuntut ilmu?
Tidakkah kamu khawatir bahwa apa yang selama ini kita merasa sudah PeDe dengannya, merasa kita termasuk dari golongan penuntut ilmu, lalu merasa sudah berada di jalan menuju syurga?

Sabda Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam –,

ومَنْ سَلَكَ طَريقاً يَلتَمِسُ فِيه عِلماً ، سَهَّلَ الله لَهُ بِهِ طَريقاً إلى الجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh suatu jalan mencari ilmu padanya, niscaya Alloh akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”

Pertanyaannya adalah apakah kita ini layak disebut seorang penuntut ilmu?

Adakah pengorbanan kita sudah sama dengan orang yang dulu disebut sebagai penuntut ilmu?
Adakah perjuangan kita sudah sama dengan orang yang dulu disebut sebagai penuntut ilmu?
Adakah akhlaq kita sudah sama dengan orang yang dulu disebut sebagai penuntut ilmu?

Bisa jadi sebenarnya kita hanya ngaku-ngaku menjadi penuntut ilmu namun pada hakikatnya diri ini jauh dan tidak pantas untuk menyandang gelar “Thalabul ilm” !

Deni Setiawan
@Perpus Masjid Salman ITB, Bandung