Setidak-tidaknya kesabaran itu tidak lepas pada tiga poin penting dibawah ini:

  • Bersabar dalam menaati Allah azza wa jalla (you can see: Thaha ayat 132)
  • Bersabar untuk tidak bermaksiat kepada Allah azza wa jalla (you can see: Yusuf ayat 33)
  • Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah ta’ala atau musibah-musibah yang berat (you can see: Al-Insan ayat 24)

Lalu diantara kiat agar kita bisa mengamalkan kesabaran salah satunya adalah mengetahui keutamaan dari kesabaran itu yang kadang terlupakan,

Keutamaan bersabar:

  1. Akan mendapatkan petunjuk dari Allah ta’ala

Surat At-Taghabun (64) ayat 11

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Mari kita lihat keutamaan yang Allah berikan dalam ayat ini bahwasanya segala sesuatu apapun mulai dari musibah kecil sampai besarnya pasti diketahui oleh allah azza wa jalla. Allah mengetahuinya detail nya dan atas izin-Nya. Maksudnya seseorang yang beriman pasti dia akan ridha atas musibah tersebut dan Allah akan memberikan petunjuk kepada dia. Kok bisa? Karena dia yakin tidak ada sesuatu pun yang menimpa dirinya kecuali dia juga yakin pasti Allah tidak akan luput dari hal tersebut.

Dalam tafsirnya Imam Al-Qurthubi menjelaskan makna Allah akan memberikan petunjuk:

“Allah akan memberikan taufik dan hidayah pada hati nya berupa dia bisa menerima perkara tersebut dan ridha dengan ketetapan Allah tadi”

So, bisa menerimanya diri kita dan ridha terhadap musibah itu sendiri merupakan karunia dan taufik dari Allah semata. Sering kali manusia lupa bahwa musibah itu datangnya dari Allah. Namun adakalanya manusia sudah tau bahwa musibah datang dari Allah tapi Allah tidak memberi karunia kepada kita berupa keridhaan dan sikap menerima.

Seorang shahabat yang mulia, sebaik-baik penafsir Al-Quran di zamannya, Ibnu Abbas radhiyallahuma

makna dari Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya adalah

“Segala sesuatu yang sudah ditetapkan tidak akan meleset sedikit pun. Sudah dicatat 50000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi”

Dengan memahami perkara diatas, tentunya jangan sampai yang terus kita pikirkan adalah musibah atau masalah saja. Seolah-olah dia telah merampas Al-Quran kita, dia telah merampas shalat kita, sedekah kita, amanah-amanah kita dan Orang tua kita. Na’udzubillah…

Tidak seperti itu seseorang yang beriman menyikapi suatu persoalan…

Betapa banyak orang yang terkena musibah lalu pergi ke diskotik dan bermaksiat? Banyak…

Besarnya pahala sesuai dengan kadar ujiannya. Bila Allah mencintai suatu kaum maka dia akan menguji mereka. Ketika Allah mencabut nyawa ketika seorang hamba sedang mengalami musibah dan dia ridha terhadapnya, apa balasannya? Surga…

Katakalah pada diri kita saat tertimpa musibah:

“ok surga di depan mata, kalo engkau mencabut nyawaku tatkala aku ridha terhadapmu dan allah ridha kepada ku, bismillah…”

Bukankah selama ini ibadah kita bertujuan untuk mencari keridhaan allah?

  1. Mendapatkan pahala yang sangat besar dan mendatangkan keridhaan allah ta’ala

Surat Az-Zumar (39) ayat 10

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

  1. Merupakan tanda kebaikan dari Allah ta’ala atas hamba-Nya
  2. Sabar merupakan karunia terbaik dan terbesar bagi seorang muslim.

 

Catatan pagi, 7.13 AM
Bandung, Sabtu 28 November 2015

Deni Setiawan