Bismillah…

Pulang dari kampus dan sesampainya di kamar kosan, akhirnya saya bingung dengan barang bawaan sendiri, yaitu buku-buku baru dari tempat percetakan (sebagian buku kuliah dan sebagian buku-buku suplemen riset tentang CO2 Injection dan Reservoir modelling yang sedang ditekuni dari sekarang -insyaaAllah-)

walhasil, saya harus menata kembali buku-buku yang sudah ada sehingga kawan baru ini punya tempat yang layak sebagaimana teman-teman lamanya. Singkat cerita, tiba-tiba tangan saya tertuju pada kitab Syarah Jurumiyyah karya syaikh Muhammad bin shalih al ‘utsaimin. Kitab pertama yang pernah saya miliki seumur hidup yang berbahasa arab. Kondisinya masih bagus, mulus, bersih, dan paling terawat dibanding kitab-kitab yang lain. (rasanya sayang dicoret-coret kecuali pake pensil saja)

Sambil bingung, dimana tempat yang tepat untuk nyimpen kitab ini karena buku-buku baru harus disimpan di tempat yang mudah terlihat (supaya giat membaca) namun ternyataaaaa ada sesuatu di bagian belakang kitab ini, seperti secarik surat, surat dengan template yang sedikit unyu.

IMG_20150302_180318[1]

IMG_20150302_180308[1]

IMG_20150302_180334[1]

Oke, sampai disini dulu… wow ini surat untuk siapa ya? For A Special Friend ?? who ? who?

“Day after day, in so many ways, you show how much you care. Your Kindness, are deeply appreciated”

Saya pun mencoba mengingat-ingat sekuat yang saya bisa, pikiran saya pun berusaha keras. Yang ada hanya pertanyaan? ini surat siapa? darimana? siapa yang nulis? saya kah gitu yang nulis? tapi kapan ya? atau ada orang yang sengaja nyelipin di buku ini? tapi buku ini belum pernah berkeliling jauh dari pemilik aslinya.

Karena penasaran dan sedikit deg deg-an karena saya benar-benar lupa tentang secarik surat itu, saya yang berbuat atau orang iseng yang berbuat.

IMG_20150302_180417[1]

Saya langsung “tersentak” !!
Tulisan siapa ini? Sumpah jelek banget !!

*membaca *membaca *mengingat-ingat *membaca sampai selesai…..
*hati mulai tersentak dalam dalam dalam dan semakin dalam (bukan karena tulisannya jelek)

oke, Alhamdulillah setelah membaca itu, detik itu juga kehidupan saya langsung berubah. Sudahlah ~~ Ada sesuatu yang begitu dalam yang sulit di ceritakan oleh seorang anak Laki-Laki (yang paling tua di sebuah keluarga)….

Seketika itu pulaaa, Whatsapp saya pun berdering…
oh ternyata dari ibu saya….

“Den, pulsa simpati nya mau di isi yang berapa?”

tangan saya pun cuma bisa membalas seadanya dan sesingkat mungkin di tambah *emoticon senyum

Ibu saya tak tau apa yang barusan anaknya baru saja baca.
-selesai-

Isinya suratnya saya tulis ulang dibawah ini (tanpa perubahan sedikitpun)

NB: Sampai sekarang saya masih lupa kapan itu ditulis, yang jelas sekitar 3-3,5 tahun yang lalu entah dimana, dalam rangka apa dan untuk tujuan apa.

(hanya menjadi rahasia pribadi -itu juga kalo inget-)

———————-

Assalamualaykum warrahmatullahi wabarakatuh

Untuk Papah dan Mamah dirumah….

Maaf jika aku punya salah sama papah dan Mamah. Dari kecil sampai saat ini (kuliah). Semoga Aku bisa jadi anak yang shaleh dan berbakti kepada kalian. Semoga nanti kita sekeluarga bisa pergi haji bareng. Adik-adikku nanti biarlah aku yang membiayai sekolah dan hidupnya.

Aku cinta kepada kalian karena Allah. Semoga Allah membimbing kalian dengan Aqidah yang benar dan selalu mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah. Karena tidak ada orang yang aku lebih cintai setelah Allah dan Rasul-Nya kecuali kalian berdua saja.

Semoga nanti diakhirat nanti kita bisa dipertemukan di syurga Allah Subhanahu wata’ala

Allahumaghfirli waliwalidayya….

-selesai mengutip-

InsyaaAlah secara makna akan terus menerus tersampaikan, walaupun secara fisik suratnya tidak perlu untuk disampaikan.

Deni Setiawan
Bandung, 11 jumadal ula 1436 H