ROMANTIKA SEORANG AHLI TAJWID
KEPADA ISTRINYA SETELAH AKAD
NIKAH…

>> Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

>> Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati diantara idghamBillaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.

>> Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,jelas dan terang.

>> Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

>> Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain melebur jadi satu.

>> Cintaku padamu seperti Mad Lazim. Paling panjang di antara yang lainnya.

>> Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro. Terpantul-pantul dengan keras.

>> Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.

>> Sayangku padamu seperti Mad Thobi’I dalam quran. Buanyaaakkk beneerrrrr.

>> Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya, cuma berdua, Lam dan Ro’.

>> Layaknya Waqaf Mu’annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku ?

>> Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas.

>> Dik, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain. perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

>> Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.

>> Sama halnya dengan Mad ‘Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

>> Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di fikiranku.

>> Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

>> Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridlisukun.

Semoga bermanfaat untuk memahami ilmu Tajwid… ^__^

Di pagi hari tiba-tiba dapet WA dari Ponpes Madinatulquran kaya gini……
Hiburan pagi
7.17 AM
Bandung