ibuUntuk pelajaran di masa depan

sudah lama sekali (entah dari kapan ) ibuku tidak keluar rumah utk membeli kebutuhan sehari2 atau yg lainnya yang mengharuskan dia naik kendaraan umum tanpa dianter. karena sepengetahuanku jika ibuku keluar rumah (rada jauh) pasti di anter suaminya atau ana sendiri (kalo ada dirumah).

berbeda dengan tadi siang, ibu harus membeli sepatu baru dan peralatan sekolah adik2 saya ( karena besok sudah mulai sekolah) ke sebuah pasar swalayan tanpa dianter siapa pun.

dan dugaanku benar, benar

sepulang dari berpergiannya itu ( alhamdulillah gak kenapa2 ) ibu bercerita pada ayah dan saya pun mendengarnya.
singkat cerita, intinya ibu mendapatkan “treatment” yang kurang menyenangkan dari penumpang kendaraan umum “(laki2)” yang tidak perlu saya ceritakan disini , tapi alhamdulillah tidak menyebabkan ibu kenapa2 cuma katanya risih aja, padahal saat itu pakaian ibu tertutup rapat dengan jilbab yang lebarnya
setelah panjang lebar cerita, ibu pun cerita tentang teman2 satu “Liqo”nya yang pernah mendapatkan “treatment” serupa bahkan diantaranya ada yg mendapatkan “treatment” yang cukup parah bahkan -maaf- sangat2 tidak senonoh yang seandainya saya ceritakan disini teman2 perempuan yg melihat status ini pasti pikir2 dua kali atau lebih jika ingin keluar rumah tanpa mahram.

saya ga habis pikir PADAHAL temen2 “liqo”nya ibu ituuuuu, kebanyakan sudah kepala 4 bahkan sudah kepala 5 LEBIH!! dan berpakainnya pun dengan jilbab yg “lebar2”
apalagi yg masih masihranum2nya baru kepala 2 bahkan 1?
semoga jadi pelajaran berharga dan jangan menyepelekan larangan rasulullah tentang larangan wanita keluar rumah tanpa mahram …..

diselesaikan di Bandung, 5 Februari 2013

-Saudara Seimanmu-